Dasar Pemikiran


1. Allah menciptakan segala sesuatu tidak main-main, iseng dan tanpa tujuan. Apapun yang dilakukan Allah selalu memiliki tuj[uan berarti – termasuk pada penyusunan Al-Qur’an[ menjadi 114 surat, 30 Juz dan baerbagai lainnya.-

“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main. Kami tidak menciptakan keduanya kecuali dengan Haq, tetapi kebanyak mereka tidak mengetahui”. (Surat 44 : 38-39)



“….Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. (Surat 3 : 191)


“ …maka ketahuilah, sesungguhnya Al-Qur’an itu diturunkan dengan ilmu Allah …(Surat Hud: 14)


2. Selain Allah memiliki tujuan didalam segala tindakan-Nya – juga Dia menciptakan segala sesuatu dengan sangat teliti, seimbang, sempurna tanpa cacat serta sarat dengan perhitungan matematis yang sangat canggih.


“….dan Dia menghitung segala sesuatu dengan sangat telitinya”.(Surat 71 : 28)

“Dan tidak ada sesuatu apapun, melainkan disisi Kami-lah khazanahnya ; dan Kami tidak menurunkan melainkandengan ukuran tertentu”. (Surat 30 : 8)


“….dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya”. (Surat 13 : 8)


“Dalam penciptaan Yang Maha Pengasih itu tidak kamu lihat ketidaksempurnaan, dapatkah kamu melihat ketidakteraturan ? Lantas pandanglah sekali lagi, niscaya pandanganmu akan kembali lagi kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu yang cacat, dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah”.(Surat 67 : 3-4)


“….dan Dia menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya”.(Surat 25 : 2)


3. Allah menjelaskankan bahwa pada Al-Qur’an ada informasi berbagai hal termasuk segala sesuatu fenomena alam semesta dan kehidupan serta berbagai dimensi ilmu pengetahuan tentang alam semesta termasuk manusia.


“….dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu ….”.(Surat 16 ayat 8)


“….dan tiadalah Kami alpakan sesuatu apapun didalam Al-Kitab (Al-Qur’an) (Surat 6 ayat 38)


“ …maka ketahuilah, sesungguhnya Al-Qur’an itu diturunkan dengan ilmu Allah …(Surat Hud: 14)


4. Al-Qur’an memiliki potensi kekuatan (energi) yang sangat dahsyat (energi metafisika)


“Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, tentu Al-Qur’an itulah dia. (13 : 31)


“Kalau sekiranya Kami menurunkan Al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir. (59 : 21)


Selain itu, berikut ayat yang menjelaskan adanya potensi supranatural pada Kitab Allah pada masa nabi Sulaiman – juga boleh dan mungkinnya diberdayakan potensi tersebut untuk sesuatu yang positip. Tentu saja, dengan demikian Al-Qur’an sebagai Kitab Allah yang sempurna lebih memungkinkan untuk itu dan bolenya hukum memanfaatkan potensi supranatural yang dimilikinya.


“Berkata Sulaiman ;’Hai pembesar-pembesar, siapa diantara kamu sekalian yang sanggup membawa singga-sananya kepadaku sebelum mereka datang kepada sebagai orang-orang yang berserah diri. Berkata Ifrit dari golongan jin ;’Aku akan datangkan (singgasana itu) kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu ; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya’. Berkatalah orang yang mempunyai ilmu dari Kitab ;’Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip’. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak dihadapannya, iapun berkata ;’Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencobaku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya)….(An-Naml : 38 – 40)


5. Al-Qur’an juga memiliki potensi penyembuh (obat) untuk segala penyakit


“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (17 : 82)


6. Struktur Al-Quran mengandung pesan-pesan yang umumnya bahasa simbol – terbukti keajaiban Al-Quran membutuhkan makna-makna simbol yang muncul


— perhatikan kembali hubungan antara nomor urut surat pada Al-Quran dengan nama-nama surat serta jumlah ayatnya yang saling berhubungan secara harmonis. Jelas, membuktikan kita memerlukan kemampuan untuk menangkap pesan simbol yang ada pada Al-Quran


7. Struktur Al-Quran selain memiliki makna simbol juga tersusun canggih menggambarkan disain alam semesta termasuk manusia.


– Fenomena jumlah surat yang menggambarkan unsur atom, banyaknya kata sahr, yaum, sa-ah, bahrun dan barrun dan sebagainya menunjukkan struktur Al-Quran dibangun secara cerdas dan menggambarkan disain alam semesta termasuk manusia.


8. Manusia memiliki potensi genetis (bawaan)


Allah berfirman : “Istri-istri kamu adalah lading untuk kamu…” (Al-Baqoroh : 223)


9. Ruang dan waktu adalah implikasi proses Big-Bang yang berpengaruh atas kehidupan termasuk kehidupan manusia


Rotasi matahari, bumi dan bulan secara mudah kita melihat selain implikasinya waktu juga musim, cuaca dan lahirnya faktor geografis yang termasuk dalamnya suku, adat dan bahasa. Allah sendiri dalam Al-quran banyak bersumpah dengan waktu, jelas ini menunjukkan bahwa waktu berpengaruh signifikan atas kehidupan manusia khususnya.


10. Segala sesuatu ciptaan Allah adalah energi – disini berlaku hukum universal yang telah dibangun Allah dialam semesta atas energi


Lihat fenomena tajassud al-a’maal yang bisa dilihat pada ayat-ayat berikut ini ;


“…dan apa yang mereka lakukan (eksistensinya) hadir ..” (Al-Kahfi : 49)


“Siapa yang melakukan kebaikan seberat zarrah (atom) maka ia akan melihatnya dan siapa yang melakukan keburukan seberat zarroh (atom) maka ia juga akan melihatnya. (Az-Zalzalah : 7-8)


11. Juz – Juz dalam Al-Quran adalah pusat data manusia sekaligus sebagai jalur (akses) energi untuk penyembuhan serta kekuatan metafisika lainnya.

Karena Al-Quran adalah obat, sumber energi metafisika dan data-base alam semesta maka eksistensi Juz sebagai bagian dari Al-Quran memiliki kualitas yang sama.

12. Memberdayakan potensi Al-Quran khususnya dan juga potensi Juz adalah perbuatan yang diperbolehkan – bahkan ia adalah sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah atas nikmat-nikmat-Nya.


“Berkata Sulaiman ;’Hai pembesar-pembesar, siapa diantara kamu sekalian yang sanggup membawa singga-sananya kepadaku sebelum mereka datang kepada sebagai orang-orang yang berserah diri. Berkata Ifrit dari golongan jin ;’Aku akan datangkan (singgasana itu) kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu ; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya’. Berkatalah orang yang mempunyai ilmu dari Kitab ;’Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip’. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak dihadapannya, iapun berkata ;’Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencobaku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya)….(An-Naml : 38 – 40)


%d bloggers like this: