Landasan Filosofis

LANDASAN FILOSOFIS

KONSEP JUZ BERBASIS HITUNGAN

Sebagai sebuah Konsep yang sangat baru – jelas sekali Konsep Juz berbasis Hitungan sering dipandang dengan penuh curiga oleh banyak orang. Diantara mereka ada yang tetap terbuka, kritis dan fair – dan ada pula bertindak tanpa tabayyun atau langsung menilai Konsep ini dengan penilaian yang jauh dari sikap islami. Tidak sedikit diantara mereka yang mengatas namakan amar makruf – nahi munkar dengan mencap kami keliru bahkan dianggap menyesatkan. Sementara ketika kami ingin menjelaskan argumentasi kami mereka tidak mau mendengar. Lucu sekali diantara mereka – bahkan dikenal sebagai Ustadz yang cukup dikenal namun ketika saya akan menjawab kecaman dan tuduhannya didepan jamaah namun ia mengatakan bahwa ia hanya dalam kapasitas amar maruf – nahi munkar bukan dalam kapasitas untuk berdialog.

Untuk itu, agar tidak salah paham Insya-Allah saya akan jelaskan beberapa landasan filosofis dari konsep ini yang menjadi dasar atas lahirnya konsep Juz berbasis Hitungan. Dengan demikian Konsep juz berbasis Hitungan yang kami usung adalah sebuah konsep yang dasarnya sangat kuat yaitu tumbuh dari akar Islam.

Berikut ini – 9 landasan yang menjadi dasar lahirnnya konsep Juz berbasis Hitungan – perhatikanlah dengan baik semua landasan tersebut, Anda akan temukan bahwa akarnya kokoh dari nilai-nilai ajaran Islam sejati

1. Al-Qur’an adalah mukjizat abadi.

Fungsi Al-Qur’an yang terutama adalah sebagai petunjuk dan pedoman hidup umat manusia menuju keselamatan, kesuksesan dan kebahagiaan. Akan tetapi, selain itu ternyata Al-Qur’an berfungsi sebagai mu’jizat abadi. Inilah landasan pertama Konsep Juz berbasis Hitungan yaitu bahwa Al-Qur’an adalah mukjizat abadi.

Bayangkan – apakah Nabi Muhammad Saw., yang dikenal sebagai ummi (orang yang tidak mampu membaca dan menulis) – lagi hidup pada abad ke 6 M., yaitu zaman yang masih belum terpikir dan terbayangkan sedikitpun tentang kalkulator, komputer, teleskop, mikroskop, satelit dan perangkat teknologi lainnya yang sangat penting untuk mengungkap misteri alam semesta namun menyampaikan berbagai informasi tentang alam semesta baik yang berkaitan dengan kosmologi, biologi, fisika, kimia, embriologi dan sebagainya secara tepat, akurat – jauh mendahului para ilmuwan.

Jika Anda mencoba membaca fenomena ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan IPTEK maka Anda akan menemukan ratusan keajaiban yang meniadakan atau menolak pandangan Al-Qur’an sebagai karangan Nabi Muhammad. Fenomena ini adalah sebagai mu’jizat, yaitu sebuah proses atau kekuatan untuk menaklukkan siapapun sehingga timbul kesadaran dari hati yang paling dalam untuk mengakui kebenaran eksistensi dan kebesaran Allah, eksistensi Nubuwah Nabi Muhammad dan eksistensi Al-Qur’an.

Dulu, Nabi Musa dengan mu’jizatnya telah menaklukkan para penyihir Fir’aun sehingga mereka takluk, menyerah serta mengakui kebesaran Allah. Semua yang dibuktikan Nabi Musa tidak lain untuk menaklukkan mereka yang meragukan atau menolak eksistensi dan kebesaran Allah. Begitu pula, yang berkaitan dengan mu’jizat para Nabi lainnya seperti Nabi Isa, Nabi Sulaiman, Nabi Daud dan sebagainya. Dengan demikian keberadaan Mu’jizat adalah salah satu senjata para Nabi Allah yang diperlukan untuk membuktikan eksistensi dan kebesaran Allah dihadapan manusia yang sulit atau masih meragukan eksistensi dan kebesaran Allah.

Sebagai Nabi dan Rasul , Nabi Muhammad pun diberikan berbagai bentuk mu’jizat untuk membuktikan eksistensi dan kebesaran Allah sehingga manusia takluk dan mengakui Allah dengan penuh kesadaran. Sejarah mencatat lebih dari 50 mu’jizat yang telah diperlihatkan Nabi Muhammad kepada umatnya kala itu – terbukti mereka yang menyaksikan fenomena mu’jizat tersebut semakin mengakui eksistensi kenabian Muhammad, eksistensi Allah dan kebesaran-Nya – kecuali mereka yang memang didalam hatinya ada penyakit, tetap menolak kebenaran kenabian Muhammad – padahal hati mereka mengakui kebenarannya.

Sungguh sangat beruntung mereka yang menyaksikan berbagai mu’jizat Nabi Muhammad kala itu, sudah pasti semua fenomena mu’jizat tersebut akan mengokohkan keimanan mereka kepada Allah dan Rasul-Nya. Alangkah bodohnya mereka yang telah melihat wajah dan akhlak Nabi Muhammad yang menakjubkan serta menyaksikan berbagai mu’jizat Nabi Muhammad namun menolak kebenaran tersebut.

Lalu, Mungkinkah umat Nabi Muhammad selepas beliau menyaksikan eksistensi mu’jizat beliau untuk menaklukkan mereka sehingga mereka mengakui eksistensi dan kebesaran Allah ?. Alhamdulillah, ternyata eksistensi mu’jizat (Nabi Muhammad) tetap eksis dan semakin diperlihatkan oleh Allah untuk mereka yang menginginkan menemukannya. Karena beliau telah wafat, eksistensi mu’jizat tersebut dibuktikan pada apa yang telah beliau terima yaitu “Al-Qur’an”.

Para ulama sepakat bahwa Al-Qur’an adalah salah satu mu’jizat Nabi Muhammad, dan Al-Qur’an tersebut adalah mu’jizat abadi. Artinya, mu’jizat Nabi Muhammad yang lainnya hanya tinggal kenangan sejarah – namun mu’jizat Al-Qur’an tetap abadi dan aktual. Tentu saja sebagai mu’jizat abadi – Al-Qur’an selalu melayani manusia yang masih meragukan atau menolak eksistensi dan kebesaran Allah, menolak Islam atau sekedar untuk menambah keyakinannya kepada Allah dengan bukti-bukti mu’jizatnya yang sangat mengagumkan.

Sebagian Ulama memandang mu’jizat Al-Qur’an hanya kearah akal atau intelektual dan pikiran manusia. Artinya, siapapun yang meneliti dan mengkaji Al-Qur’an pasti akan membuat akalnya mengakui kehebatan Al-Qur’an. Bagi mereka saat ini adalah era intelektual yang tentu saja penaklukan yang sejati bukan dengan menunjukkan keajaiban-keajaiban phisik seperti menyembuhan berbagai penyakit dsb., namun pada penaklukkan atas akal manusia. Siapapun yang jika meneliti Al-Qur’an akan menyaksikan fenomena keajaiban intelektual yang memaksanya untuk menyadari kebesaran Allah dan kebenaran Al-Qur’an.

Apakah bukan keajaiban jika Al-Qur’an telah memberikan pesan ilmu-pengetahuan bahwa bumi itu bulat, eksistensi atom atau yang lebih kecil darinya, garis orbit bintang, planet, bulan dan bumi, embriologi, misteri ufo, teori kejadian alam semesta, alam semesta yang selalu mengembang, besi bukan produk bumi dan sebagainya. Inilah diantara mu’jizat Al-Qur’an yang dipertontonkan kepada manusia yang akrab dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Jadi, sebagian Ulama dan kaum muslimin hanya percaya bentuk mu’jizat Al-Qur’an saat ini adalah kekuatan yang menaklukkan akal – atau tepatnya apa yang baru ditemukan manusia tentang alam semesta ternyata Al-Qur’an telah menyampaikannya lebih dari 15 abad yang telah lalu.

Konsep Juz berbasis hitungan didasari keyakinan bahwa al-Qur’an adalah Kitab ajaib dan menakjubkan sebagai manifestasi dari mukjizatnya. Bangsa Jin sendiri mengakui akan keajaiban dari Al-Qur’an (lihat Surat Jin ayat 1). Karenanya kami yakin ada potensi luar biasa pada Al-Qur’an, bahkan kami percaya ia adalah database manusia dan sebagai sumber kekuatan yang tidak terbatas yang dapat diakses oleh manusia. Beberapa landasan berikutnya Insya-Allah membuktikan pandangan ini.

2. Al-Qur’an memiliki potensi penyembuh dan potensi supranatural dan boleh untuk dimanfaatkan segala potensi tersebut dari sisi agama Islam

Al-Qur’an sendiri memberikan informasi bahwa Al-Qur’an memiliki potensi supranatural dan penyembuh, perhatikanlah beberapa ayat berikut ;

“Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, tentu Al-Qur’an itulah dia.” (13 : 31)

“Kalau sekiranya Kami menurunkan Al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.” (59 : 21)

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (17 : 82)

Memang sebagian Ulama percaya bahwa mu’jizat Al-Qur’an hanya pada sisi intelektual semata, mereka tidak percaya bahwa Al-Qur’an memiliki kekuatan supranatural sebagai bentuk lain dari mu’jizatnya. Sebagian Ulama lainnya percaya bahwa mu’jizat Al-Qur’an bukan hanya bersifat intelektual, namun mereka juga percaya bahwa ada bentuk mu’jizat lainnya yang bersifat supranatural. Kepercayaan mereka akan mu’jizat Al-Qur’an yang seperti itu bukan kepercayaan tanpa dasar, namun mereka memiliki dasar pijakan baik itu dari Al-Qur’an ataupun dari Hadits-Hadits Nabi. Bagi mereka, bagaimana mereka akan menolak akan adanya potensi supranatural pada Al-Qur’an sedangkan pada Kitab sebelumnya Al-Qur’an mengakuinya.

Bukankah Anda pernah mendengar tentang kemampuan seorang pembesar pemerintahan Nabi Sulaiman, yang mampu memindahkan singgasana Ratu Bulqis hanya dalam hitungan sekejap mata (tidak lebih dari 1 detik). Al-Qur’an menyebut kemampuan tersebut diperoleh dari Kitab Allah yang telah diturunkan pada saat itu (Kitab Zabur). Jika Kitab Allah saat itu berpotensi supranatural dan diperbolehkan pemanfaatannya untuk hal seperti itu maka mengapa Al-Qur’an yang sempurna dan lebih mulia kita ragukan akan potensi supranaturalnya dan tidak diperkenankan pemanfaatannya. Padahal, prinsip umum didalam Al-Qur’an – jika cerita tentang sesuatu dan itu dilarang maka pada saat itu juga Allah menjelaskan larangannya. Lagi, jika perbuatan memanfaatkan potensi supranatural Kitab Allah tidak diperbolehkan Allah – lalu mengapa Nabi Sulaiman tetap menerima bantuan orang tersebut.

Agar lebih jelas perhatikanlah ayat-ayat berikut yang membicarakan eksistensi ilmu ghaib atau supranatural pada Kitab Allah pada masa Nabi Sulaiman serta kebolehan untuk memanfaatkan potensi tersebut untuk tujuan positip. Allah berfirman ;

“Berkata Sulaiman ;’Hai pembesar-pembesar, siapa diantara kamu sekalian yang sanggup membawa singga-sananya kepadaku sebelum mereka datang kepada sebagai orang-orang yang berserah diri. Berkata Ifrit dari golongan jin ;’Aku akan datangkan (singgasana itu) kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu ; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya’. Berkatalah orang yang mempunyai ilmu dari Kitab ;’Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip’. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak dihadapannya, iapun berkata ;’Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencobaku apakah aku bersyukur atau mengingakhiri (akan nikmat-Nya)….(An-Naml : 38 – 40)

Sejarah telah mencatat, dengan mu’jizat ini – akhirnya Ratu Bulqis mengakui kenabian Sulaiman dan eksistensi keesaan Allah (Lihat Surat An-Naml : 41 – 44)

Selain itu, didalam Hadits yang sangat terkenal diceritakan bahwa Rasulullah pernah mengirim 30 pasukan perang. Dalam perjalanan pulang yang cukup melelahkan mereka menjumpai sebuah perkampungan. Lalu mereka mengharapkan penduduk kampung tersebut untuk menerima mereka sebagai tamu. Akan tetapi permintaan mereka ditolak penduduk kampung itu.

Bertepatan pada saat itu, pemimpin penduduk kampung tersebut dipatuk oleh seekor ular, sementara itu tidak ada seorangpun diantara penduduk kampung itu yang mampu menyembuhkan pemimpinnya dari bisa gigitan ular tersebut. Melihat pemimpin mereka yang membutuhkan pertolongan, salah seorang diantara penduduk kampung itu meminta bantuan kepada pasukan kaum Muslimin untuk menyembuhkan pemimpin mereka.

Abu Sa’id Al-Khudri salah seorang dari pasukan kaum Muslimin bersedia menerima tawaran itu dengan mengajukan satu syarat yaitu dengan pembayaran upah sebanyak 30 ekor kambing. Singkatnya permohonan Abu Sa’id Al-Khudri itu diterima mereka, lalu pemimpin mereka disembuhkannya yaitu dengan bacaan Al-Fatihah sebanyak 3 kali.

Sesuai dengan perjanjian, akhirnya Abu Sa’id medapat 30 ekor kambing. Menyaksikan kejadian itu timbullah perbedaan pendapat pada pasukan kaum Muslimin. Sebagian menolak upah tersebut dengan alasan itu sebagai usaha yang haram. Dengan kata lain upah tersebut dinilai sebagai perbuatan yang dapat dikategorikan sebagai menjual ayat-ayat Al-Qur’an. Selain itu, mereka memandang perbuatan tersebut telah keluar dari areal keikhlasan dalam beramal. Sedangkan sebagian yang lain menerima ikhtiar tersebut dengan alasan bahwa perbuatan itu tidak keluar dari nilai-nilai ajaran Islam.

Setibanya mereka di Madinah, akhirnya mereka melaporkan kejadian itu pada Rasulullah. Mendengar laporan tersebut Rasulullah tidak menyalahkan ikhtiar Abu Sa’id Al-Khudri tersebut bahkan Rasulullah bersabda, “Tidak ada yang lebih berhak untuk diambil upahnya kecuali dari membacakan (mengajarkan) ayat-ayat Al-Qur’an.”

Diantara pemahaman yang dapat kita ambil dari kisah tersebut yaitu bahwa Al-Qur’an memiliki potensi supranatural. Salah satunya potensi penyembuhan dari penyakit. Kisah yang telah kita simak tadi juga menunjukkan kebolehannya memanfaatkan ayat-ayat Al-Qur’an sebagai media untuk menyembuhkan penyakit seorang, bahkan Rasulullah sendiri dalam keterangan yang lain menanyakan perihal daging kambing tersebut karena beliau ingin juga mencicipinya.

Ibnu Qoyyim dalam kitabnya yang berjudul Madarijus-Salikin Juz 1 halaman 52 – 58 menulis bahwa penyembuhan dengan ayat-ayat Al-Qur’an (khususnya surat Al-Fatihah) tidaklah dilarang dalam agama Islam dan Al-Fatihah khusunya diakui memiliki efek penyembuhan atas berbagai penyakit. Para ahli hadits sendiri memandang riwayat yang mengisahkan kisah diatas sebagai hadits yang shahih.

Dari pandangan ini, maka tidaklah dilarang untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki Al-Qur’an. Rasulullah, ketika beliau ingin hijrah ke Madinah pernah membaca beberapa ayat dari surat Yasin. Karena bacaan yang ia baca, semua orang kafir yang sedang mengepung beliau tertidur pulas. Padahal Nabi Saw bisa lakukan hal itu dengan berdo’a kepada Allah – mengingat do’a Nabi sangat mustajab. Saat itu Nabi Saw tidak mencari keselamatan dengan berdo’a mengingat beliau ingin menegaskan hukum boleh dan mungkinnya memberdayakan ayat-ayat Al-Qur’an untuk kepentingan supranatural dengan contoh atau sunnah fi’liyahnya.

Dalam banyak keterangan, Rasulullah menegaskan tentang adanya potensi dahsyat yang dimiliki Al-Qur’an. Dinyatakan oleh beliau bahwa ayat Kursi dapat mengusir kekuatan jahat dari bangsa jin dsb. Beberapa ayat dari surat Al-Baqarah dinyatakan oleh beliau, jika kita membacanya setiap pagi atau sore hari dapat melindungi diri yang membacanya dari segala kejelekan dan kejahatan, serta banyak lagi keterangan-keterangan lalinnya yang menegaskan adanya kekuatan ghaib yang dimiliki Al-Qur’an.

Tidaklah kita pungkiri, bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk bagi umat manusia. Al-Qur’an diturunkan untuk dijadikan pedoman hidup agar mereka tidak tersesat; akan tetapi, bukan berarti suatu kesalahan apabila kita mengambil manfaat dari keutamaan Al-Qur’an. Memang, saya juga sangat tidak setuju ketika seseorang hanya fokus pada sisi mu’jizat supranatural Al-Qur’an semata – namun fungsi utama diturunkan Al-Qur’an tidak diperhatikan.

3. Ada mu’jizat pada susunan dan struktur Al-Qur’an.

Jika kita amati struktur dan susunan Al-Qur’an maka kita akan banyak keajaiban (mu’jizat) pada struktur dan susunan yang ada padanya. Semuanya tentu saja menjadi bukti bahwa Al-Qur’an benar-benar Firman Allah yang terjaga dari segala intervensi tangan manusia pada susunan, struktur serta isi kadungannya.

  1. Adanya hubungan yang harmonis atau saling menjelaskan antara nomor urut surat, nama surat serta jumlah ayat.

Cobalah Anda mulai dari Surat 1 (Al-Fatihah) yang berarti pembuka. Ayatnya ada 7. Jika jumlah ayatnya dipandang sebagai nama surat maka namanya Al-A’raf yang berarti tempat yang tinggi. Cobalah Anda lihat ternyata antara nomor surat 1 dengan jumlah ayatnya serta nama-nama Surat dari semuanya memiliki hubungan yang sangat serasi dan saling berhubungan. Pembuka (untuk menuju) tempat yang tinggi yaitu makna antara Surat ke 1 dengan ayatnya (7).

Selanjutnya dari Surat 7 yang terdiri dari 206 ayat – apakah ia memiliki hubungan yang harmonis ? Sebelumnya kurangilah 206 yaitu jumlah ayat dari Surat ke 7 tersebut dengan 114. 114 itu sendiri adalah jumlah total surat yang ada pada Al-Qur’an. Mengapa harus dikurangi ? Itu harus kita lakukan karena tidak ada surat 206, jadi ia harus dikurangi dari total surat pada Al-Qur’an yaitu 114. Hasilnya 92. 92 jika dipandang sebagai nomor Surat maka ia adalah surat Al-Lail yang berarti malam. Lalu apakah hubungan antara Surat 7 dengan ayatnya ? Apakah ada hubungan antara Al-A’raf yang berarti tempat yang tinggi dengan Al-Lail (malam) ? Jika kita amati dengan baik antara tempat yang tinggi dengan malam ada hubungan simbol yang serasi. Bukankah orang yang telah berada pada posisi dan kedudukan (tempat) yang tinggi sering terjatuh, mudah merasa paling mulia, mudah meremehkan orang dan sebagainya. Seakan-akan ada kegelapan pada dirinya yang disimbolkan dengan nama surat sebagai malam.

Dengan cara yang sama selanjutnya lihatlah ada berapa ayat dari Surat Malam (Al-Lail) yaitu surat ke 92 itu. Kita temukan ia memiliki 21 ayat. Jika kita memandang 21 itu sebagai nama Surat maka akan kita ketahui itu nama dari surat Al-Anbiya yang berarti para Nabi. Selanjutnya apakah ada hubungan antara Malam dengan para Nabi? Subhanallah, kita melihat ada keserasian dan keharmonisan pada Surat 92 dengan ayatnya yang 21. Bukankah kalau malam hari membutuhkan lampu – atau jika kita dalam kegelapan memerlukan pembimbing menuju cahaya yang disimbolkan oleh Al-Quran sebagai para Nabi.

Lalu, lihatlah ada 112 dari Surat ke 21. Jika 112 dipandang sebagai nama Surat maka kita ketahui ia adalah surat Al-Ikhlas (Ikhlas dan tulus). Luar biasa bukan – surat 21 dan ayatnya juga memiliki hubungan yang menjelaskan. Jika seandainya surat 21 memiliki ayat 100 ayat dan jika 100 adalah Surat Al-Adhiyat yang berarti kuda yang berlari kencang maka hal tersebut tidak cocok dan serasi bahkan jauh dari nilai kebenaran yang sebenarnya. Bukankah tidak cocok jika 21 dihubungkan dengan 100 atau Para Nabi dengan Kuda yang berlari kencang. Sekalipun ayat dari Surat 21 ada 112, namun jika nama Surat 112 bukan Al-Ikhlas maka itupun tidak cocok dan serasi. Jelas semuanya ini menjadi bukti bahwa pada nomor urut Surat, jumlah ayat-ayatnya serta nama-nama Suratnya ada kejeniusan dan kecerdasan yang sangat luar biasa yang tidak mungkin ini adalah dalam perencanaan Nabi Muhammad sekalipun. Dengan kata lain bahwa susunan dan struktur Al-Qur’an itu bukan manusia, jin dan sebagainya namun semuanya atas kehendak dan perintah Allah (tauqifi).

Agar dapat menambah keyakinan kita – maka lanjutkan proses yang telah kita lakukan. Lihatlah Surat 112 ada 4 ayatnya. Lalu, lihat surat apakah yang ke 4 ? An-Nisa yang berarti kaum wanita adalah surat yang ke 4. Apakah hubungan antara 112 dengan ayatnya yang 4 itu atau Al-Ikhlas dengan kaum wanita ? Ajaib sekali – antara 112 dengan 4 memiliki hubungan yang harmonis. Bukankah yang kasih sayangnya sangat tulus dan ikhlas kepada anak dan keluarganya umumnya adalah kaum wanita ?

Sekarang kita lanjutkan lagi. Coba perhatikan ternyata surat 4 memiliki 176 ayat. Sebagaimana cara yang telah dijelaskan sebelumnya karena tidak ada surat 176 maka ia dikurangi dengan 114 yaitu total dari semua surat pada Al-Qur’an. Sisanya 62 dan jika dipandang sebagai nama surat maka kita akan ketahui bahwa surat ke 62 adalah surat Al-Jumu’ah (Hari Jum’at). Lalu, apakah ada hubungan dari Surat ke 4 dengan ayatnya ? Apakah ada hubungan antara kaum wanita dengan Hari Jum’at ? Mungkin Anda akan mengatakan bahwa tidak ada hubungan pada kaum wanita dengan Hari Jum’at – apalagi wanita tidak diwajibkan atasnya untuk sholat Jum’at. Tapi, cobalah Anda perhatikan – bukankah secara bahasa Al-Jumu’ah berarti hari berkumpul. Dari makna ini jelas ada hubungan yang sangat kuat antara An-Nisa dengan Al-Jumu’ah. Bukankah yang selalu sibuk dan meramaikan berbagai pertemuan, perkumpulan atau kegiatan seperti majlis taklim, majliz dzikir dan sebagainya adalah kaum wanita.

Subhanallah – jelas ini ada kekuatan mukjizat pada susunan dan struktur Al-Qur’an. Sangat tidak terpikirkan pada diri kita ada susunan dan struktur yang yang terencana dan ada keseimbangan matematika. Ini semua menjadi bukti bahwa Allah sendirilah yang menyusun Al-Qur’an menjadi seperti yang kita saksikan.

Selanjutnya, kita lihat surat Al-Jumu’ah ada 11 ayat. Jika 11 kita pandang sebagai nama Surat yaitu Hud. Lalu apa hubungan Surat 62 dengan ayatnya yang 11 ? Apakah ada hubungan antara Al-Jumu’ah dengan Hud. Sebelumnya kita sudah mengetahui bahwa Al-Jumu’ah adalah simboh hari berkumpul. Lalu apa hubungannya dengan Hud yang nota-bene sebagai salah seorang dari para Nabi Allah ? Saya melihat antara hari berkumpul dengan (simbol) Hud ada hubungan yang kuat. Sebagaimana yang kita ketahui Nabi Hud ada seoarng Nabi yang mengurus umatnya yang sangat sulit dikendalikan. Dari sini saya melihat makna simbol dari Surat Hud adalah sulit dikendalikan. Dengan demikian jika kita hubungkan antara hari berkumpul dengan sulit dikendalikan begitu sangat kuat. Bukankah ketika lagi banyak orang yang berkumpul apalagi dalam bilangan ribuan maka suasananya akan sulit dikendalikan ? Ajaib lagi – ketika saya lagi meneliti struktur Al-Qur’an saya menemukan bahwa semua surat yang memiliki 11 ayat bermakna sulit dikendalikan seperti Surat 63, 93, 100 dan 101. Surat 63 adalah Surat orang munafik, bukankah orang munafik sulit dikendalikan ? Surat 93 adalah Surat waktu Dhuha – bukankah surat waktu dhuha atau waktu secara umum sangat cepat berlalu dan sangat sulit mengendalikannya ? Surat 100 adalah surat Al-Adhiyat (kuda yang berlali kencang) – bukankah kuda jika sedang berlari kencang sangat sulit dikendalikannya ? Selanjutnya surat 101 yang berarti goncangan atau kiamat – bukankah jika sedang ada goncangan baik itu gempa bumi atau lainnya maka pada saat itu suasana sangat sulit dikendalikan ?

Saya pikir – cukup beberapa bukti bahwa ada hubungan yang kuat antara nomor Surat, jumlah ayat-ayatnya serta nama surat-surat tersebut. Kita telah menyaksikan semuanya saling memberikan berhubungan dengan sangat harmonis dan saling menjelaskan. Saya sendiri telah mencoba sampai semua surat dan saya telah menyaksikan betapa ajaibnya struktur Surat-Surat Al-Qur’an beserta nama dan jumlah ayat-ayatnya. Tidak mungkin saat ini saya menjelaskan secara keseluruhann ya – mengingat arah tulisan buku ini banyak yang harus dijelaskan. Saya sendiri sedang mempersiapkan pembahasan tersebut secara utuh pada buku yang akan kami terbitkan dalam seri “Mengungkap Keajaiban Struktur dan Susunan Al-Qur’an”.

  1. Kata-kata yang seimbang, harmonis dan sesuai realitas

Merujuk kepada berbagai literatur diantaranya tulisan Abu Rozaq Naufal, Dr. Abu Zahroh, Dr. Rasyid Khalifah, Fahmi Basya dsb menunjukkan bahwa kata-kata Al-Qur’an selalu terbukti harmonis dan sesuai serta berbasis hitungan yang diluar kemampuan nalar manusia yang semua ini bukti jelas bahwa Al-Qur’an bukan dibuat oleh manusia, diantaranya:

b. 1. Kata Iblis ada 11 kali didalam Al-Qur’an dan kata berlindung (isti’adzah) dari syaitan juga terdapat 11 x.

b. 2. Kata syukur ada 75 x sementara kata yang menunjukkan sikap kurang atau tidak bersyukur dalam hal ini kata ma’shiyat dengan berbagai derivatnya ada 75x.

b. 3. Kata dunia ada 115 x begitu pula kata akhirat

b. 4. Kata malaikat ada 88x begitu pula kata Syaithon.

b. 5. Kata panas (harr) terdapat 4 x begitu pula kata dingin (barid).

b. 6. Kata hayah (hidup) ada 145x begitu pula kata maut (mati) ada 145x

b. 7. Kata As-Sayyiat (keburukan) ada 180 x begitu pula kata ash-sholihat.

b. 8. Kata Yaum (hari) dalam bentuk tunggal disebut 365x sebanyak jumlah hari pada satu tahun Syamsyiyah (Masehi).

b. 9. Kata Sahr (bulan) disebut 12 x, sama dengan jumlah bulan dalam 1 tahun.

b. 10. Kata yaum (hari) dalam bentuk mutsanna dan jama’ disebut 30 kali sama dengan jumlah hari dalam 1 bulan.

b. 11. Kata as-Sa-ah (jam) yang didahului dengan harf yaitu yang tidak didahului oleh isim maupun fi’il ada 24 x sama dengan jumlah jam dalam sehari semalam.

b. 12. Kata sujud ada 34 x sama dengan jumlah sujud yang dilakukan minimal oleh seorang Muslim setiap harinya.

b. 13. Kata sholawat yang berarti sholat ternyata ada 5 x sama dengan jumlah sholat wajib sehari semalam.

b. 14.Kata “Aqim” atau “aqimu” yang berarti dirikan dan ini berhubungan dengan sholat ternyata ada 17x yaitu sama dengan jumlah rakaat sholat fardhu.

b. 15 Kata “faradha” yang berarti kewajiban yang tidak boleh ditinggal terdapat 17 x yaitu sama dengan jumlah rakaat sholat fardhu.

c. Misteri Kelipatan 19

Mungkin kita sudah sangat memahami bahwa alam semesta dicipta berbasis hitungan, namun jika memperhatikan Al-Qur’an lebih dalam – kita akan dapati bahwa Al-Qur’an disusun berdasarkan hitungan matematis yang sangat menakjubkan. Sebagian para pakar Islam melihat fenomena ini – memandang bahwa itu sebagai “sistem keamanan” atas Firman-Nya yang memang Dia telah berjanji akan menjaganya dari distorsi dan pemalsuan dan sebagai salah satu bentuk mu’jizat Al-Qur’an.

Berikut ini beberapa fenomena kelipatan 19 sebagai Sistem Penjagaan Allah atas Firman-Nya yang sangat menakjubkan sehingga tidak mungkin distorsi dan pemalsuan akan terjadi pada Al-Qur’an – serta secara objektif orang yang menyaksikan sistem penjagaan Allah ini atas Al-Qur’an akan merasakan keajaiban yang luar biasa sehingga kesadaran Tauhidnya bangkit serta menyadari segala kelemahan dan keterbatasannya.

Diantara sistem keamanan Al-Qur’an atas Surat-Surat Al-Qur’an agar terhindar dari distorsi dan pemalsuan dan pada saat yang sama menunjukkan Mu’jizatnya yang abadi yaitu sistem kelipatan 19. Sistem (kelipatan) 19 inilah diantara sistem canggih Allah untuk menjaga Al-Qur’an, sebagaimana Neraka Saqar yang dijaga 19 Malaikat.

Allah berfirman : “Neraka Saqar adalah pembakar kulit manusia. Diatasnya ada sembilan belas (19) penjaga. Dan tidak Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat ; dan tidak Kami jadikan bilangan mereka itu untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin, dan supaya orang-orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang mukmin tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang didalam hatinyaada penyakit dan orang-orang kafir mengatakan ;’Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan ?’…”.(Al-Muddatstsir : 29-31)

Pada awalnya, kaum Muslimin hanya menangkap pengertian Surat tersebut hanya sangat sederhana yaitu bahwa penjaga neraka Saqar ada 19 malaikat. Akan tetapi, dengan redaksi ayat tersebut menunjukkan bahwa Bilangan 19 adalah bilangan yang dapat berfungsi untuk meningkatkan keimanan dan Allah sengaja turunkan matsal (perumpamaan) ini untuk dianalisa dan diteliti serta ditafakkuri.

Tidak meleset, setelah banyak penelitian mendalam tentang struktur dan susunan Al-Qur’an dilakukan oleh banyak Ulama, pemikir atau ilmuwan Muslim, didapati bahwa bilangan 19 tadi adalah fenomena kelipatan 19 yang banyak menjadi struktur matematis Al-Qur’an pada surat, ayat, huruf, juz, kalimat, kata dan struktur Al-Qur’an lainnya.

Dengan melihat hasil riset menakjubkan tersebut dapat membuat setiap orang yang meneliti dan membacanya akan berpandangan bahwa ini sesuatu yang sangat luar biasa dan sangat ajaib. Tidak mungkin ada manusia yang mampu membuat Kitab seperti Al-Qur’an ini, apalagi Nabi Muhammad yang dikenal tidak dapat menulis dan membaca – dan pada saat itu komputer dan alat hitung jauh dari pikiran manusia. Sehingga secara objektif realitas tersebut akan menambah keimanan serta keyakinan siapapun kepada Allah dan kepada Al-Qur’an.

Begitu banyak fenomena kelipatan 19 sebagai suatu sitem keamanaan canggih pada Surat-Surat Al-Qur’an – sehingga sangat mustahil manusia dan jin mampu membuat Surat-Surat seperti ini. Dengan sistem canggih ini pula Al-Qur’an tidak mungkin akan terdistorsi atau dipalsukan.

Berikut saya jabarkan hanya 11 sistem keamanan saja (mengingat keterbatasan ruangan pada saat ini) dengan sistem kelipatan 19 pada Surat-Surat Al-Qur’an.

1. Surat – Surat Al-Qur’an berjumlah 114, yaitu 19 x 6. Jadi, bukan Al-Qur’an yang sebenarnya jika Suratnya kurang dari 114.

2. Didalam Al-Qur’an terdapat Surat-Surat yang nomor Surat-Suratnya hanya dapat dibagi 2, seperti Surat 2, 4, 8, 10, 14, 16, 20, 22, 28, 30, 32, 34, 38, 40, 44, 46, 50, 52, 56, 58, 62, 64, 68, 70, 74, 76, 80, 82, 86, 88, 92, 94, 98, 100, 104, 106, 110, dan 112. Semuanya 38 Surat, 38 itu sendiri adalah kelipatan 19 x 3. Adapun jumlah nomor 38 Surat tersebut yaitu : 2223 (19 x 117)

3. Pada Al-Qur’an juga terdapat nomor-nomor Surat yang dapat hanya dibagi 3 atau 3 dan 2, yaitu : 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 27, 30, 33, 36, 39, 42, 45, 48, 51, 54, 57, 60, 63, 66, 69, 72, 75, 78, 81, 84, 87, 90, 93, 96, 99, 102, 105, 108, 111 dan 114. Juga semuanya ada 38 Surat (19 x 3). Adapun jumlah nomor 38 Surat tersebut yaitu : 2166 (19 x 114)

4. Juga didalam Al-Qur’an terdapat nomor-nomor Surat yang tidak dapat dibagi 2 atau 3, seperti 1, 5, 7, 11, 13, 17, 19 , 23, 25, 29, 31, 35, 37, 41, 43, 47, 49, 53, 55, 59, 61, 65, 67, 71, 73, 77, 79, 83, 85, 91, 97, 95, 101, 103, 107, 109 dan 113. Semuanya 38 Surat (19 x 3). Adapun jumlah nomor 38 Surat tersebut yaitu : 2166 (19 x 114)

5. Dengan demikian jumlah total nomor Surat-Surat Al-Qur’an yaitu : 6555 (19 x 345)

6. Terdapat 57 Surat Al-Qur’an (19 x 3) yang homogen atau Surat yang nomornya dengan jumlah ayat-ayatnya sama yaitu genap-genap atau ganjil-ganjil, seperti Surat Al-Fatihah, nomor Suratnya 1 (ganjil) dan jumlah ayatnya 7 (ganjil). Jumlah nomor Surat dan jumlah ayat secara keseluruhan pada surat yang Homogen adalah 6236, yaitu sebanyak jumlah ayat seluruh Surat pada Al-Qur’an. Memang 6236 bukan kelipatan 19, akan tetapi jika kita padatkan hasilnya adalah 17 (6+2+3+6). Bilangan 17 adalah nomor dari Surat Al-Isra, yaitu perjalanan untuk menyaksikan kebesaran Allah. Jadi, ini semacam isyarat bahwa dengan membaca (ayat-ayat) Al-Qur’an yang 6236 akan dapat menyaksikan kebesaran Allah.

7. Terdapat 57 Surat Al-Qur’an (19 x 3) yang heterogen atau Surat yang nomornya dengan jumlah ayatnya tidak sama bentuknya, yaitu genap-ganjil atau ganjil-genap, seperti Surat Ali-Imron yaitu Surat ke 3 ayatnya ada 200 ayat (ganjil – genap), Atau Surat Al-Anfaal yaitu Surat ke 8 ayatnya 75. (genap-ganjil). Jika kita hitung jumlah nomor Surat dan jumlah ayat dari Surat yang heterogen terdapat 9555 yaitu ajaibnya sesuai dengan jumlah nomor-nomor Surat dari 1 s/d 114 – juga ia adalah kelipatan 19 (19 x 345)

8. Terdapat hanya 19 Surat yang mana nomor dan jumlah ayatnya adalah bilangan prima.

1. Al-Anfal ( 8 ) ayatnya 75 ———- Total 83.

2. Ad-Dukhon (44) ayatnya 59 —— Total 103.

3. Al-Hujurat (49) ayatnya 18 ——– Total 67.

4. Ath-Thur (52) ayatnya 49 ——— Total 101.

5. Al-Qomar (54) ayatnya 55 ——– Total 109.

6. Al-Hasyr (59) ayatnya 24 ———- Total 83.

7. Al-Mumtahanh (60) ayatnya 13 — Total 73.

8. Al-Jum’ah (62) ayatnya 11 ——— Total 73.

9. Al-Mulk (67) ayatnya 30 ———— Total 97.

10. Al-Insan (76) ayatnya 31 ——— Total 107.

11.Al-Mursalat (77) ayatnya 50 —— Total 127.

12. Al-Infithor (82) ayatnya 19 —— Total 101.

13. Al-Buruuj (85) ayatnya 22 ——- Total 107.

14. Ath-Thoriq (86) ayatnya 17 —– Total 103.

15. Al-Lail (92) ayatnya 21 ———- Total 113.

16. At-Tin (95) ayatnya 8 ———— Total 103.

17. Az-Zalzalah (99) ayatnya 8 —— Total 107.

18. Al-Humazah (104) ayatnya 9 — Total 113.

19. An-Nashr (110) ayatnya 3 ——- Total 113.

9. Terdapat 19 Surat yang jumlah ayat-ayatnya bilangan prima dan jika kita jumlahkan seluruhnya yaitu 969 (19 x 51)

1. Al-Fatihah (1) jumlah ayatnya 7.

2. Yunus (10) jumlah ayatnya 109.

3. Ar-Ra’du (13) jumlah ayatnya 43.

4. Asy-Syu’ara (26) jumlah ayatnya 73.

5. Al-Ahzab (33) jumlah ayatnya 73.

6. Yasin (36) jumlah ayatnya 83.

7. Asy-Syuura (42) jumlah ayatnya 53.

8. Az-Zukhruf (43) jumlah ayatnya 89.

9. Addukhon (44) jumlah ayatnya 59.

10. Al-Jaatsiyah (10) jumlah ayatnya 37.

11. Al-Fath (48) jumlah ayatnya 29.

12. Al-Hadid (57) jumlah ayatnya 29.

13. Al-Mumtahanah (60) jumlah ayatnya 13.

14. Al-Jumu’ah (62) jumlah ayatnya 11.

15. Al-Munafiqun (63) jumlah ayatnya 11.

16. Al-Insan (76) jumlah ayatnya 31.

17. At-Taqwir (81) jumlah ayatnya 29.

18. Al-Infithor (84) jumlah ayatnya 19.

19. Ath-Thoriq (86) jumlah ayatnya 17.

Total 969.

(19 x 51)

10. Bilangan 19 dapat disusun dengan bilangan 11 + 8. Bilangan 11 dan 8 juga ternyata memiliki fenomena misteri tersendiri, Insya-Allah dalam kesempatan lain saya akan bahas secara detail.

Pada Al-Qur’an terdapat 5 Surat yang memiliki 11 ayat dan 5 Surat yang memiliki 8 ayat, yaitu :

A. Surat-Surat yang berjumlah 11 ayat

1. Al-Jumu’ah (62) : 11

2. Al-Munafiqun (63) : 11

3. Adh-Dhuha (93) : 11

4. Al-’Adiyat (100) : 11

5. Al-Qori’ah (101) : 11

Total ayat 55

B. Surat-Surat yang berjumlah 8 ayat

1. Alam Nasyroh (94) : 8

2. At-Tin (95) : 5

3. Al-Bayyinah (98) : 8

4. Az-Zalzalah (99) : 8

5. At-Takaatsur (102) : 8

Total ayat 40

Jadi total ke 10 Surat tersebut 55 + 40 = 95 (19×5).

11. Fenomena Kelipatan 19 pada Kalimat Basmalah

a. Basmalah yaitu ucapan “bismillahhirrahmaanirrahiim”. Didalam Al-Qur’an memiliki fenomena kelipatan 19 yang sangat ajaib. Artinya menunjukkan bahwa realitas ini adalah sebuah sistem keamanan Ilahi yang dengannya Al-Qur’an terjaga.

b. Setiap Surat Al-Qur’an umumnya diawali dengan kalimat basmalah. KarenaSurat-Surat Al-Qur’an berjumlah 114 (19 x 6) maka berarti kalimat basmalah ada 114 yang juga adalah kelipatan 19. Akan tetapi kita hampir kecewa ternyata pada Surat ke 9 yaitu Surat At-Taubah kalimat basmalah tidak terdapat pada awal Surat ini, dengan demikian kalimat basmalah hanya ada 113 dan itu bukan kelipatan 19. Apakah sistem keamanan kelipatan 19 tidak berlaku disini ? Anda pasti takjub, ternyata fenomena kelipatan 19 tetap menjadi sistem keamanan terpadu – juga pada kalimat basmalah. Cobalah buka Surat ke 27, yaitu Surat An-Naml pada ayat ke 30. Pada ayat tersebut kita akan temukan kalimat basmalah, sehingga kalimat basmalah berjumlah 114 yaitu diproteksi dengan kelipatan 19 (19 x 6).

Ajaibnya jika kita hitung dari Surat yang tidak terdapat basmalah sampai pada Surat yang disembunyikannya basmalah tersebut adalah 19 hitungan. (dari 9 s/d 27). Subahnallah, bukan hanya itu saja, bahkan jika dari angka 9 s/d 27 jika kita jumlahkan totalnyapun tidask lepas dari fenomena kelipatan 19.

c. Kalimat basmalah – jika kita hitung huruf-hurufnya yaitu ada 19 (19 x1). Agar lebih jelas perhatikanlah tabel berikut.

Nomor tabel diatas jika ditambah dengan jumlah huruf pada basmalah yaitu 29. Jika nomor (tabel) pembentuk basmalah diurut menjadi satu dengan jumlah huruf nomor tabel tersebut dan selanjutnya digabung sampai ke nomor 4, maka akan menjadi bilangan sebagai berikut ; 13243646 yaitu sama dengan 19 x 697034 atau 19x19x36686

Lihatlah keajaiban terjadi kembali ! Tadi sudah dijelas-kan bahwa jumlah nomor tabel (10) jika ditambah dengan jumlah huruf basmalah (19) adalah 29. Ajaibnya jumlah dari 697034 (6+9+7+0+3+4) juga jumlah dari 36686 (3+6+6+8+6) adalah 29. Subhanallah, sungguh sangat ajaib dan menakjubkan. Jelas ini bukan buatan manusia, karena tidak mungkin ada manusia sanggup membuat kalimat seperti (Basmalah) itu yang memiliki struktur matematis canggih seperti itu ?

4. Al-Qur’an selain berfungsi sebagai petunjuk menuju keselamatan juga sebagai peta dan panduan untuk mengenal alam semesta dan manusia.

Salah satu yang tidak mungkin dilakukan Allah adalah membiarkan manusia sebagai ciptaannya untuk hidup tanpa panduan atau peta didalam mengarungi kehidupan diatas dunia ini. Mengingat manusia adalah sebagai wakil Allah (khalifah Allah), maka ketika mereka diperintah untuk memakmurkan bumi ini – sudah dapat dipastikan Allah memberikan pedoman hidup yang dengannya manusia dapat mengenal siapa dirinya, siapa Tuhannya dan mengenal alam semesta ini agar mereka sukses didalam melaksanakan misi dan tugas tersebut.

Jika kita pelajari Al-Qur’an lebih dalam, kita akan temukan disana bagaimana Al-Qur’an kaya dengan informasi akurat tentang alam semesta. Berikut, beberapa informasi tentang alam semesta yang termaktub didalam Al-Qur’an.

1. Mengembangnya Alam Semesta

“Dan langit itu Kami bangun dengan Tangan Kami dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya”. (51 : 47)

Pada awalnya, kosmologi modern beranggapan bahwa alam semesta merupakan sebuah ruang yang bersifat statis, tetap, langgeng dan tidak bergerak. Pandangan atau teori disebut dengan istilah “Steady State” (Teori Keadaan Tetap). Lalu, pada tahun 1929, astronom Amerika Serikat – Edwin P. Humble melalui penelitiannya dengan mengamati efek gelombang cahaya galaksi (pergeseran merah – red shift) ternyata galaksi-galaksi bergerak saling menjauhi terus-menerus tanpa henti. Artinya, alam semesta terus mengembang semakin meluas.

Apa yang ditemukan oleh para ilmuwan – tentang mengembangnya alam semesta sangat sulit untuk diragukan lagi, karena banyak hasil riset yang mendukung teori ini. Lalu, apakah mungkin, kita akan meragukan eksistensi kebenaran Al-Qur’an sebagai Firman-Nya yang diturunkan kepada Nabi Muhammad – padahal Al-Qur’an telah menyampaikan pesan ilmiah yang sangat aktual dan akurat yang tidak mungkin Nabi Muhammad sebagai seorang yang ummi mampu memahaminya.

2. Awal Penciptaan Makhluk

“Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air”…..(An-Nur : 45)

Jauh sebelum hasil penelitian tentang evolusi makhluk hidup menuju kesempurnaan, Ayat diatas mengandung pesan ilmiah tentang adanya indikasi evolusi makhluk menuju kesempurnaan. Setelah berabad-abad berlalu, barulah para lmuwan menemukan fenomena bahwa kehidupan tumbuh berkembang dari lautan. Menurut mereka asal-muasal bentuk kehidupan pertama kali dilaut, dan setelah mengalami proses evolusi selama berjuta-juta tahun sehingga menjadi berbagai makhluk melata dimuka bumi. Beberapa reptil seperti keluarga dinosaurus atau kadalpun pada awalnya adalah sejenis makhluk air. Selama berjuta-juta tahun makhluk-makhluk itu mengalami evolusi yang mempersiapkan dirinya menjadi makhluk-makhluk darat.

3. Tahap Kejadian Alam Semesta

“Maka dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikian ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (Fusshilat : 12)

Menurut hasil penelitian Gamow, ada 2 masa penting dalam sejarah kejadian alam semesta.

1. Era Radiasi, yaitu diawali ketika alam semesta baru berumur sedetik dan berakhirsekitar 1000.000 tahun kemudian.

2. Era ketika radiasi menyejuk akibat gerak muai alam semesta.

4. Fungsi Gunung (16 : 15, 31 : 10)

“Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk”. (16 : 15)

“Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik”. (31 : 10)

Menurut para ahli, inti bumi terdiri dari campuran logam dan nikel dan besi. Pada awal pembentukan bumi lapisan padat (lithosfir) sangat labil – karena bagian bumi tersebut sangat panas dan memiliki energi yang sangat besar. Seiring waktu berputar, berangsur-angsur gerak kerak bumi itu berkurang dan bumi menjadi relatif lebih stabil. Salah-satu penyebabnyanya adalah adanya penyebaran atau penyaluran energi bawah bumi melalui gunung. Jadi gunung berfungsi mengurangi tekanan dari dalam bumi kekerak bumi.

5. Bumi berotasi

“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (27 : 88)

Dahulu tentang berrotasinya (berputarnya) bumi dan apa ia menjadi pusat tata surya atau bukan – menjadi polemik yang menggoncangkan. Galileo yang berpendapat bahwa bumi bukan sebagai pusat tata-surya dan iapun berotasi pada dirinya sendiri serta berotasi pada garis edarnya mendapat kecaman pedas, bahkan ia harus dihukum mati karena pendapatnya tersebut yang bertolak belakang dengan pendapat umum.

Kini, kepercayaan bumi sebagai pusat tata-surya dan ia berotasi adalah sebuah realitas yang diyakini banyak orang. Akan tetapi, jauh ketika manusia masih berpendapat dalam kebodohan – Al-Qur’an menginformasikan pesan ilmu pengetahuan bahwa bumi itu berotasi dan memiliki garis orbit.

Ayat diatas menjelaskan bahwa sesungguhnya gunung-gunung yang kita sangka diam itu sebenarnya tidak diam, namun ia bergerak seperti geraknya awan. Perkataan gunung-gunung itu bergerak jelas bermakna tempat dimana gunung berada yaitu bumi secara keseluruhan bergerak (berputar). Pergerakan bumi tersebut dikenal dengan rotasi. Jadi, sudah sangat jelas informasi Al-Qur’an tentang rotasi bumi sudah mendahului penemuan modern.

Bahkan, Al-Qur’an menjelaskan pergerakan atau rotasi bumi diiiringi awan yang bergerak searah dengan bergeraknya bumi. Artinya, jika tidak misalnya awan bergerak bertentangan dengan gerakkan bumi maka akan terjadi gesekan dahsyat yang sangat berbahaya atas kehidupan dibumi.

6. Gravitasi

“Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan. (55 : 33) Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghi-langkannya.” (23 : 18)

Gravitasi adalah rahmat Allah yang sangat besar, yang dengannya terjadi kehidupan dimuka bumi. Karena jika tidak ada gravitasi bumi, maka tidak akan terjadi kehidupan dibumi ini. Manusia dan benda-benda dibumi akan melayang-layang keangkasa dan bumipun akan bercerai berai.

Ayat yang kita kutip diatas sangat jelas menginformasikan bahwa bangsa jin dan manusia tidak akan sanggup untuk menerobos penjuru alam semesta kecuali mereka memiliki “Sulthon”. Apa itu Sulthon ? Secara bahasa Sulthon adalah kekuatan yang menolong. Terlepas makna sulthon yang memerlukan kajian, namun kita memahami bahwa manusia harus memiliki kekuatan untuk menerobos penjuru alam semesta. Artinya ada peluang bagi manusia untuk menerobos seluruh penjuru alam dengan mengatasi sebelumnya kendala teknisnya yaitu kendala menghadapi gaya gravitasi bumi.

Dengan kemajuan Iptek, sedikit demi sedikit manusia telah menghasilkan pesawat (roket) yang memiliki energi sangat besar agar dapat melawan gravitasi bumi sehingga pesawat tersebut dapat melesat maju menuju angkasa.

7.Relativitas Waktu

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu” (32 : 5)

“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun” (70 : 4)

Teori relativitas yang dicetuskan Albert Einstein adalah salah satu teori besar dalam peradaban manusia. Dengan teori ini , telah banyak mengubah pandangan orang sebelumnya dan mebuka wawasan baru dibidang penelitian alam semesta. Dalam aplikasinya juga teori ini melahirkan teknologi yang menakjubkan seperti teknologi nuklir.

Diantara poin penting pada teori ini adalah bahwa waktu yang kita kenal itu tidak bersifat mutlak tapi sangat relatif. Menurut teori ini waktu yang berada dalam benda yang bergerak mendekati kecepatan cahaya tidak sama dengan waktu pada ruang yang diam,.

Seandainya ada salah seorang diantara kita menaiki sebuah roket keangkasa dengan kecepatan cahaya, maka waktu yang dilaluinya berbeda dengan waktu yang dilalui manusia yang berada dibumi. Jika seandainya ia terbang keangkasa selama 1 tahun maka orang-orang yang ada dibumi telah melalui waktu lebih dari 1 tahun.

Sebenarnya, relativitas waktu – telah dikenal dalam Al-Qur’an sejak dini sebagaimana ayat-ayat yang telah kita saksikan diatas.

10.Kehancuran Alam Semesta

“Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat, dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah” (69 : 15 -16),

“(Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung

lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya”.(21 : 104)

Ada beberapa skenario ilmiah yang menjelaskan bahwa alam semesta itu akan hancur. Diantaranya ada teori yang menunjukkan bahwa cepat atau lambat materi alam akan kembali dipadukan. Sebagaimana kejadian alam semesta yang diawali dengan keterpaduan seluruh materi yang terpadatkan ketitik tak terhingga, lalu terjadilah ledakan besar (big-bang) sehingga terciptalah alam ini.

Penelitian ilmiah membuktikan bahwa alam semesta terus mengembang sehingga semakin meluas. Aka tetapi, secara ilmiah kondisi ini ada batasnya, entah kapan suatu saat alam semesta berhenti mengembang – bahkan, ia menyusut kembali yang pada akhir terjadilah kehancuran alam semesta, yang dikenal agama dengan istilah hari kiamat. Pada saat itu, alam semesta seperti kertas-kertas yang digulung kembali setelah ia digelar sempurna.

V. Struktur Al-Qur’an adalah gambaran (disain) Struktur Manusia

Saya melihat ada indikator yang sangat kuat bahwa Al-Qur’an adalah kitab yang memotret karakter dan sifat manusia. Ikon-Ikon yang muncul dalam Al-Qur’an seperti nama-nama Surat, jumlah ayatnya, nomor urutnya, pembagiannya menjadi 30 juz dan lainnya memiliki pesan ilmu pengetahuan yang sangat menakjubkan sebagai cerminan mukjizatnya. Adalah sama seperti kita mencoba mengamati alam semesta yang nota-bene ayat-ayat Allah yang bersifat kauniyah maka kita dapat menemukan berbagai fenomena ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi umat manusia. Al-Qur’an adalah kumpulan ayat-ayat-Nya yang sarat pengetahuan dan padanya password untuk membongkar ilmu-ilmu Tuhan yang tidak terbatas. Dengan melihat buah apel jatuh seorang Newton menemukan hukum grafitasi maka sebetulnya banyak sekali yang dapat kita temukan pada Al-Qur’an dengan melihat struktur dan susunan Al-Qur’an.

Mungkin terlalu cepat jika saya menyimpulkan bahwa struktur dan susunan Al-Qur’an adalah gambaran (disain) struktur alam semesta termasuk dalam hal ini manusia. Akan tetapi, berikut ini ada beberapa bukti bahwa susunan dan struktur Al-Qur’an kaya informasi tentang manusia dengan segala potensi dasar yang dimilikinya. Dengan hanya sekedar memperhatikan struktur dan susunan Al-Qur’an dari surat Al-Fatihah sampai dengan Surat An-Nas, ternyata ada banyak pesan keilmuan yang bisa kita temukan – diantaranya yaitu :

  1. Manusia pernah hidup pada dimensi yang tidak terikat ruang & waktu
  2. Menjadi manusia dewasa adalah setelah memasuki 39 tahun yaitu ketika masuk 40 tahun.
  3. Manusia adalah makhluk yang labil
  4. Manusia memiliki 46 kromosom
  5. Manusia memiliki (sumber) energi yang luar biasa
  6. Proses menjadi manusia adalah proses reproduksi yang ajaib.
  7. Pendorong Semangat Hidup Manusia
  8. Kiat Bijak
  9. Cara menuju bulan
  10. Membangkitkan Inner Diri
  11. Meraih ilmu ladunni
  12. Meraih Pertolongan Allah
  13. Prinsip-Prinsip untuk Sukses & Bahagia
  14. Mengukur unsur matahari
  15. Matahari & Bulan berrotasi
  16. Siklus Metonic Cycle & Sistem Kalender Alam Semesta
  17. Periode Rotasi Bulan
  18. Mengukur panasnya matahari
  19. Keajaiban angka 19 pada matematika
  20. Rahasia nilai pada Surat-Surat Al-Qur’an
  21. Dll.

Dengan sangat menyesal – penjelasan tentang berbagai rahasia keilmuan yang bisa kita tangkap dari fenomena struktur dan susunan Al-Qur’an baru saya dapat jelaskan pada buku yang telah kami persiapkan pada seri “Mengungkap Keajaiban Struktur Al-Qur’an”.

Dari berbagai fenomena keilmuan yang muncul dari struktur & susunan Al-Qur’an menunjukkan bahwa struktur Al-Qur’an sebagai password untuk membongkar rahasia ciptaan Allah – termasuk dalam hal ini manusia. Semua itu karena disain alam semesta tertulis pada struktur dan susunan Al-Qur’an. Dari sini pula kami percaya pembagian Al-Qur’an menjadi 30 juz sarat pesan keilmuan. Penelitian kami selanjutnya membuktikan adanya hubungan yang kuat manusia dengan juz-juz Al-Qur’an. Artinya sebagaimana Al-Qur’an terbagi menjadi 30 bagian – begitu pula manusia memiliki 30 bagian, dalam hal ini 30 tipe (Juz). Setelah menemukan parameter dan simbol dari Al-Qur’an – diketemukan jalan untuk mengelompokkan manusia kepada (tipe) Juz berapa. Dari sini selanjutnya kita dapat melihat berbagai potensi, karakter, talenta dan berbagai hal tentang dirinya. Disini 114 surat adalah memiliki makna symbol yang menjadi potensi dan karakter manusia.

VI. Efek Waktu atas kehidupan manusia.

Apa hubungan waktu dengan kehidupan manusia – dalam hal ini apakah waktu berpengaruh atas kehidupan manusia terutama pada potensi dan karakter mereka. Menurut Konsep kami – waktu memiliki potensi atau sangatlah berpengaruh atas manusia dengan alasan, yaitu ; waktu terjadi secara umum akibat rotasi matahari, bumi dan bulan. Proses tersebut disebut sebagai taqdir Allah (lihat Surat Yasin 38-39). Taqdir itu sendiri berarti ukuran, batasan, ketetapan atau potensi yang diberi Allah atas segala ciptaan-Nya. Taqdir Allah itupun berlaku pada manusia. Artinya ketika manusia dicipta maka ia diberi berbagai potensi (taqdir) atas dirinya. Potensi itu sendiri dipengaruhi oleh waktu mengingat semua manusia yang asalnya sama namun karena berbagai perbedaan geografis yang terjadi karena perbedaan musim yang nota-bene itu terjadi karena rotasi matahari, bulan dan bumi. Lihatlah bagaimana setiap suku atau bangsa memiliki karakter yang khas dan berbeda dengan yang lain karena akibat berbagai faktor diantaranya faktor geografis.

Sebagaimana yang kita ketahui akibat dari rotasi matahari, bumi dan bulan maka terjadilah waktu yang selanjutnya muncul potensi cuaca, musim serta faktor geografis yang semuanya itu sangat berpengaruh pada makhluk termasuk manusia. Dengan kata lain setiap pergerakan waktu akan memiliki potensi seperti bulan Januari ada padanya potensi musim hujan – bahkan di bulan ini biasanya orang Jakarta khususnya mereka yang tinggal dibantaran sungai Ciliwung harus mengungsi karena kebanjiran. Tidak salah jika kita katakan bahwa setiap pergerakan rotasi yang menciptakan detik, menit, jam, hari, bulan serta tahun ada padanya potensi-potensi yang berpengaruh langsung atau tidak langsung pada manusia.

Berikut, saya akan mengutip beberapa potongan paragraph dari buku yang ditulis oleh Charles Panati yang membuktikan adanya pengaruh cuaca yang nota-bene implikasi lansung dari rotasi matahari, bulan dan bumi atas kehidupan termasuk manusia

“Para ahli biometeorologi mendapatkan bahwa cuaca tidak hanya mempengaruhi kesehatan fisik, kelahiran dan kematian kita, tetapi juga berpengaruh pada suasana hati dan perilaku kita. Kendati hubungan ini jauh lebih sulit ditetapkan, mereka telah merangkum data statistik yang meyakinkan. Bunuh-diri meninggi selama cuaca tahap 3; begitu pula kesulitan belajar di antara para siswa. Pada kasus terakhir di atas, ketidaknyamanan disebabkan kondisi cuaca tahap 3 dianggap sebagai salah satu faktor; faktor lainnya tetap tak diketahui. Pengaruh badai terhadap perilaku pun sedang dipelajari ilmuwan NOAA. Di banyak daerah badai, gelombang magnetik berfrekuensi rendah muncul dalam jumlah besar, dan waktu-reaksi manusia melambat jika frekuensi magnetik badai berkisar antara 1 sampai 6 putaran per detik – ritme tidur dari otak. Dapat mempengaruhi ke sadaran kita? Penelitian yang sedang berlangsung, dapat segera menjawab pertanyaan tersebut.

Pada tahun 1978, Dr.E.Fuller Torrey menerbitkan suatu penelitian mengenai “schizophrenia bermusim” dalam Archieves of Psychialry. Ia mencatat fakta yang menunjukkan bahwa orang yang dilahirkan pada bulan Maret dan April lebih cenderung terkena schizophrenia dibanding mereka yang lahir pada bulan-bulan lain. Kepribadian ganda, halusinasi, angan-angan dan pengasingan diri dari kenyataan adalah semua gejala yang masuk dalam kolom schizophrenia. Dengan menerjemahkannya ke dalam lingkup astrologi, Torrey menemukan jumlah yang mengejutkan dari orang-orang yang didiagnosa atau dirumahsakitkan sebagai pasien schizophrenia, dilahirkan dalam simbol zodiac Pisces, Aries dan Taurus. Torrey tidak yakin mengapa, tetapi para ilmuwan di Nimh telah menemukan, produksi dua bahan kimia utama otak yang terkait dengan depresi dan mania – norepinephrine dan serotonin – berubah dengan musim. Norepinephrine memuncak pada Bulan Januari dan Juli dan paling sedikit pada bulan Mei dan Oktober, sedangkan Serotonin melaju dalam sebaliknya. Bulan Mei dan Oktobver ternyata adalah bulan-bulan dengan angka bunuh diri yang paling banyak.

Menurut penelitian baru-baru ini, kembar fraternal (kembar yang berkembang dari dua sel telur yang dibuahi terpisah dan bukan hanya sebuah) dilahirkan lebih banyak pada musim semi dan musim gugur dibanding musim panas atau musim dingin. Apakah itu berarti kondisi musim mempengaruhi ovulasi, produksi sperma dan kesuburan? “

VII. Juz seseorang secara objektif adalah hasil logis data spesifik (kelahiran) setiap orang yang khas dan dapat dihitung sebagai konsekwensi logis dari keteraturan alam semesta dan Susunan Al-Qur’an serta Fungsi Al-Qur’an sebagai Peta dengan pendekatan hitungan.

Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa taqdir memiliki makna adanya potensi yang Allah beri pada ciptaannya dan potensi tersebut dapat dibaca atau diprediksi. Sekali lagi lihatlah bagaimana rotasi matahari disebut oleh Al-Qur’an sebagai taqdir Allah. Artinya matahari dicipta dengan potensi tertentu dan dapat diukur berbagai potensinya tersebut dengan segala implikasinya. Terlebih lagi – tatanan alam semesta dibangun oleh Allah secara matematis. Allah berfirman ;”..dan Dia menghitung segala sesuatu”. (72 ; 28). Dengan demikian, alam semesta termasuk manusia dapat diprediksi segala potensi dasar yang dimilikinya.

Dengan alasan tersebut kami yakin bahwa potensi manusia yang disebut sebagai bentuk taqdir Allah dan juga karena alam semesta dibangun Allah sangat matematis termasuk juga manusia. Maka dengan itu kita mampu membaca potensi manusia.

Tapi mengapa membaca potensi dan karakter manusia dengan mempergunakan password tanggal kelahirannya ? Sebelum ini telah dijelaskan bahwa waktu memiliki potensi atas alam semesta termasuk manusia. Artinya – diantara pembentuk potensi dasar manusia selain faktor genetik juga faktor waktu. Bukankah pada bulan 12 ada potensi musim hujan – begitu pula ada potensi pada waktu kelahiran Anda. Karena ia turut membentuk potensi & karakter dasar manusia maka untuk mengetahui potensi manusia dapat dilihat waktu kelahirannya yang membentuk potensi dasar mereka.

Selanjutnya karena alam ditata sangat matematis – juga susunan dan struktur Al-Qur’an sangat matematis dan hubungan yang sangat kuat antara alam (termasuk manusia) dengan Al-Qur’an yang semuanya adalah ayat-ayat Allah. Tentu saja, fenomena struktur Al-Qur’an jika dapat dipecahkan rahasianya dapat membongkar berbagai misteri alam semesta termasuk manusia. Konsep Juz berbasis Hitungan yang kami temukan memiliki beberapa rumus atau metode yang dengannya password yang ada pada Al-Qur’an tentang potensi dan karakter dasar manusia dapat kami bongkar.

Dengan tetap setia kepada Al-Qur’an – lalu kami masukkan data kelahiran seseorang pada Al-Qur’an maka kami menemukan berbagai out-put tentang orang tersebut, baik mengenai karakter dasar Juz atau MNK-nya, potensi karir/bakat, Energi Diri serta Early Warning System (EWS) sebagai peringatan dini agar selalu sedia payung sebelum hujan dan sebagainya. Dengan demikian, karena itu setiap orang memiliki karakter dan potensi dasar dari Juz-nya dan sebagainya sebagai hasil input data dari kelahirannya.

VIII. Juz adalah (media) sumber energi tidak terbatas baik untuk obat segala penyakit (lahir-bathin) yang sangat komposisinya sangat tepat tanpa efek samping atau untuk lainnya.

Sebagaimana yang telah disimpulkan sebelumnya bahwa pada susunan, struktur serta format Al-Qur’an ada misi dan target atau kesengajaan dari Allah yaitu sebagai I’jaz (proses mu’jizat) baik itu mu’jizat intelektual atau mu’jizat supranatural. Karena Potensi Juz seseorang adalah hasil logis yang mengacu pada pola susunan Al-Qur’an yang sarat mu’jizat maka Juz setiap orang secara otomatis berpotensi mu’jizat ilmu pengetahuan atau supranatural.

Dari mu’jizat intelektual dan databasenya dapat kita temukan karakter dan potensi dasarnya dan sebagainya tentang dirinya, sedangkan dari mu’jizat supranatural berupa energi maha dahsyat yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan kebaikan manusia.

Artinya ketika seseorang selalu menjaga dan membaca Juz-nya secara istiqomah maka berarti ia telah mengaktifkan sumber energi tak terbatasnya dan dapat diarahkan untuk berbagai keperluan sesuai dengan niatnya – tentu saja dengan metode tertentu. Insya Allah pada buku kedua dari seri Qur’anic Power ini – kami akan jelaskan bagaimana semua ini bias terjadi. Bagaimana cara mengoptimalkan potensi dan penyembuhan baik untuk diri sendiri dan orang lain. Telah sangat banyak orang yang menjadi saksi ada kekuatan yang luar biasa ketika Juz dirinya diamalkan secara tepat. Ketika ada berbagai tumbuhan obat maka ketika anda sakit tidaklah Anda serta merta akan mengambil tumbuhan tanpa formula, takaran atau dosis yang tepat. Disini memerlukan ukuran, formula atau dosis yang tepat – dengan kata lain Anda harus punya ilmu dan pengalaman. Begitu pula ketika al-Qur’an dikatakan sebagai obat – kita memerlukan formula atau dosis yang tepat. Juz setiap orang menurut konsep kami adalah dosis yang paling tepat (tanpa efek samping) untuk obat dan penawar dari potensi buruk kita serta dari berbagai penyakit yang membahayakan diri kita.

IX. Memberdayakan potensi Juz khususnya adalah ikhtiar untuk hidup lebih baik dan bermakna serta sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah.

Lihatlah potensi otak manusia yang sangat besar potensinya yang sengaja Allah berikan untuk diberdayakan secara maksimal untuk kebaikan umat manusia secara universal. Bahkan, menurut ajaran Islam, memberdayakan potensi tersebut dipandang sebagai bentuk rasa syukur dan bentuk ibadah kepada Allah.

Demikian pula potensi Juz setiap orang – apabila diberdayakannya secara maksimal maka itu bukan sebuah penyimpangan dari ajaran Islam, bahkan ia adalah bentuk rasa syukur kita kepada Allah. Oleh karena itulah Nabi Sulaiman setelah Singgasana ratu Bulqis berada disisinya dengan bantuan seseorang yang memanfaatkan kekuatan supranatural Kitab Allah pada saat itu bersyukur kepada Allah. .

“Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak dihadapannya, iapun berkata ;’Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencobaku apakah aku bersyukur atau mengingakhiri (akan nikmat-Nya)….(An-Naml : 40)

%d bloggers like this: